Rabu, 02 November 2016

Allah berfirman “ Wahai Manusia ! malulah kepada-Ku jika berbuat maksiat, niscaya pada hari pengungkapan semua dosa, aku segan untuk menyiksa. Wahai Manusia ! Bertobatlah Kepada-Ku maka akan kumuliakan kamu seperti kemuliaan yang di miliki para nabi. Wahai anak Adam ! bila kelak bertemu Aku pada hari kiamat dan kamu punya kebaikan laksana kebaikan penghuni bumi. Tak akan aku terima sebelum kamu membenarkan janji dan ancaman-Ku. Wahai anak Adam ! Akulah maha pemberi rizki. engkau Aku beri rizki. Kamu tahu bahwa Aku selalu mencukupimu dan memberimu rizki. Maka janganlah meninggalkan taat kepada-Ku hanya soal rizkimu. Itu akan mengakibatkan kamu mendapatkan siksa-Ku. Wahai anak Adam ! Camkan ! Peliharalah lima hal ini maka kelak kalian akan mendapatkan surga.”

Hikayat : Ibrahim bin Ajham yang tobat

Ibrahim memiliki hobi memancing. Setelah ia memilih danau maka ia menggelar tikar untuk makan. Tatkala setelah meletakkan makanan diatas tikar seekor burung gagak datang dan seketika mengambil sepotong roti milik Ibrahim. Tentu Ibrahim heran melihat kejadian itu,ketika Ibrahim tersadar burung tadi telah terbang. Ibrahin seketika itu langsung memacu kudanya untuk mengejar gagak tadi.
Tiba tiba ia melihat seorang yang terikat dalam posisi telentang. Ia menghampiri lalu melepas ikatannya. Ketika ditanya apa sebab lelaki itu terikat dalam posisi terlentang, laki-laki itupun menjawab: “Aku seorang pedagang. Suatu ketika datanglah perampok yang menjarah hartaku, menyiksaku dan mengikatku disini hingga seminggu. Burung gagak tadi yang datang kepadaku dengan sepotong roti. Ia hinggap di dadaku, lalu megurai dengan paruhnya dan menyuapiku. Allah tak pernah membiarkan aku kelaparan.”
Ibrahim lalu menunggang kuda, memacu kembali ke tempatnya semula. Ia bertobat dan kembali ke jalan Allah. Baju kebesaran ia tinggalkan dan di ganti dengan baju biasa. Budak budak ia merdekakan. Harta bendanya ditinggalkan. Ia pungut sebatang tongkat untuk menuju makkah tanpa bekal dan kendaraan. Hanya tawakal kepada Allah.

Hingga tiba di Makkah ia tak pernah merasa lapar. Ia bersyukur kepada Allah dan memuji-Nya berkali-kali. Lalu mengutip firman Allah: “ Barang siapa berserah diri kepada Allah maka Allah akan mencukupinya. Allah akan memenuhi semua kepentingan. Allah telah menciptakan ukuran tiap segala sesuatu.”