عَنْ اَنَسَ بْنُ مَالِك رَضِىَ اللهُ تَعَالَى عَنْهَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْظُرُ اِلَى الشَّيْخِ صَبَاحًا وَمَسَاءً وَيَقُوْلُ : يَاعَبْدِى قَدْ كَبُرَسِنُّكَ وَرَقِّ جِلْدُكَ وَدَقَّ عَظْمُكَ وَاقْتَرَبَ اَجَلُكَ وَحَانَ َقُدُوْمُك ِالَى فْاسْتَحْيِ مِنِّى فَأَنَااَسْتَحْيِ مِنْ شَيْبَتِكَ اَنْ اُعَذِّبُكَ فِى النَّارِ
Dari Anas bin Malik, Bahwa Rosulallah SAW bersabda “ Sesungguhnya Allah ta’ala selalu memperhatikan orang tua renta tiap pagi dan sore. Lalu Ia berfirman” Wahai Hambaku ! Usiamu telah lanjut, kulitmu semakin keriput, tulangmu semakin reot, ajalmu dekat, kamu akan menghadap-Ku. Malulah kepada Ku, maka Aku akan segan menyiksamu di neraka karena ketuanmu ”.
Dari hadist diatas bahwasanya orang yang sudah tua ( Lansia ) yang terus beridabah kepada Allah karna kesadaran umurnya tidak akan lama lagi serta guna memperbanyak bekal untuk diakhirat dan bertobat guna memohon ampun akan dosa-dosa yang telah di perbuat selama hidup di dunia maka Allah segan jika menyiksanya di dalam neraka kelak di akhirat nanti. Maka dari itu sebaiknya kita sebagai generasi muda juga harus memuliakan orang yang sudah tua, dalam hal ini bukan orang yang hanya melahirkan kita atupun dari keluarga kita saja.karna orang yang memuliakan orang yang sudah tua mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah. Sebagai contoh, ada sebuah hikayat yang menceritakan tentang kemuliaan orang yang memuliakan orang tua.
ketika waktu shubuh telah tiba, Ali bin Abi Thalib terlihat tergesa-gesa. Beliau tidak ingin ketinggalan jama’ah sholat shubuh di masjid bersama Rosulallah. Akan tetapi ketika di jalan menuju masjid beliau bertemu dengan lelaki tua yang berjalan sangat lambat di depannya.
Demi menghormati lelaki tua tersebut, Ali bin Abi Thalib hanya berjalan di belakannya. Ali bin Abi Thalib sangat khawatir tidak dapat sholat shubuh berjama’ah bersama Rosulallah di masjid. Ketika sudah berada di depan pintu masjid, Ali bin Abi Thalib baru mengetahui bahwasanya lelaki tua yang berada di depannya itu adalah orang Nasrani karena tidak memasuki masjid.
Ketika Sayyidina Ali masuk masjid, beliau mendapati Rosulallah tengah ruku’, sehinggga beliau masih bisa mengikuti sholat jama’ah tersebut. Sayidina Ali kemudian sholat berjama’ah bersama mereka. Setelah sholat jama’ah selesai para sahabat bertanya kepada Rosulallah perihal memperpanjang ruku’. “ Apa yang terjadi Rosulallah, sehingga anda memperpanjang ruku’ sholat ini, padahal anda tidak pernah melakukan ini sebelumnya ?” tanya sahabat.
Rosulallah menjawab “ ketika ruku’ dan saat kubaca SUBHANA RABBIYAL ‘ADZIMI seperti biasanya, maka aku bermaksud mengangkat kepalaku. Tetapi Jibril datang dan membentangkan sayapnya di atas punggungku, lama sekali. Ketika Jibril mengangkat sayapnya, barulah aku bisa berdiri mengangkat kepalaku “. “ mengapa bisa terjadi ya Rosulallah ?” tanya seorang sahabat. “ aku tidak sempat menanyakan itu kepada Jibril “ jawab Rosulallah.
Maka Jibril datang menemui nabi. Lalu berkata “Wahai Muhammad! Tadi Ali tergesa-gesa agar bisa shalat berjama’ah. Tetapi seorang nasrani tua menghambat jalannya. Ali tidak mengetahui bahwa lelaki tua itu orang nasrani, sehingga Ali membiarkannya berjalan di depannya. Maka Allah menyuruhku supaya engkau tetap ruku’ agar Ali bisa menyusul sholat shubuhmu. Ini tidak mengherankan buatku. Yang mengherankan bahwa Allah memerintahkan malaikat Mikail menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga tenggang waktu terbitnya lebih lama. Ini tentu karena perbuatan Ali tadi”.
Kemudian Rosulallah bersabda “ Inilah derajat orang yang memuliakan orang lanjut usia. Meskipun ia nasrani”.
Dari hadist diatas bahwasanya orang yang sudah tua ( Lansia ) yang terus beridabah kepada Allah karna kesadaran umurnya tidak akan lama lagi serta guna memperbanyak bekal untuk diakhirat dan bertobat guna memohon ampun akan dosa-dosa yang telah di perbuat selama hidup di dunia maka Allah segan jika menyiksanya di dalam neraka kelak di akhirat nanti. Maka dari itu sebaiknya kita sebagai generasi muda juga harus memuliakan orang yang sudah tua, dalam hal ini bukan orang yang hanya melahirkan kita atupun dari keluarga kita saja.karna orang yang memuliakan orang yang sudah tua mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah. Sebagai contoh, ada sebuah hikayat yang menceritakan tentang kemuliaan orang yang memuliakan orang tua.
ketika waktu shubuh telah tiba, Ali bin Abi Thalib terlihat tergesa-gesa. Beliau tidak ingin ketinggalan jama’ah sholat shubuh di masjid bersama Rosulallah. Akan tetapi ketika di jalan menuju masjid beliau bertemu dengan lelaki tua yang berjalan sangat lambat di depannya.
Demi menghormati lelaki tua tersebut, Ali bin Abi Thalib hanya berjalan di belakannya. Ali bin Abi Thalib sangat khawatir tidak dapat sholat shubuh berjama’ah bersama Rosulallah di masjid. Ketika sudah berada di depan pintu masjid, Ali bin Abi Thalib baru mengetahui bahwasanya lelaki tua yang berada di depannya itu adalah orang Nasrani karena tidak memasuki masjid.
Ketika Sayyidina Ali masuk masjid, beliau mendapati Rosulallah tengah ruku’, sehinggga beliau masih bisa mengikuti sholat jama’ah tersebut. Sayidina Ali kemudian sholat berjama’ah bersama mereka. Setelah sholat jama’ah selesai para sahabat bertanya kepada Rosulallah perihal memperpanjang ruku’. “ Apa yang terjadi Rosulallah, sehingga anda memperpanjang ruku’ sholat ini, padahal anda tidak pernah melakukan ini sebelumnya ?” tanya sahabat.
Rosulallah menjawab “ ketika ruku’ dan saat kubaca SUBHANA RABBIYAL ‘ADZIMI seperti biasanya, maka aku bermaksud mengangkat kepalaku. Tetapi Jibril datang dan membentangkan sayapnya di atas punggungku, lama sekali. Ketika Jibril mengangkat sayapnya, barulah aku bisa berdiri mengangkat kepalaku “. “ mengapa bisa terjadi ya Rosulallah ?” tanya seorang sahabat. “ aku tidak sempat menanyakan itu kepada Jibril “ jawab Rosulallah.
Maka Jibril datang menemui nabi. Lalu berkata “Wahai Muhammad! Tadi Ali tergesa-gesa agar bisa shalat berjama’ah. Tetapi seorang nasrani tua menghambat jalannya. Ali tidak mengetahui bahwa lelaki tua itu orang nasrani, sehingga Ali membiarkannya berjalan di depannya. Maka Allah menyuruhku supaya engkau tetap ruku’ agar Ali bisa menyusul sholat shubuhmu. Ini tidak mengherankan buatku. Yang mengherankan bahwa Allah memerintahkan malaikat Mikail menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga tenggang waktu terbitnya lebih lama. Ini tentu karena perbuatan Ali tadi”.
Kemudian Rosulallah bersabda “ Inilah derajat orang yang memuliakan orang lanjut usia. Meskipun ia nasrani”.